Jangan Oleskan 9 Bahan Ini ke Kulit Wajah Anda

Bahaya Oleskan 9 Bahan Ini Ke Kulit Wajah
Bahaya Oleskan 9 Bahan Ini Ke Kulit Wajah

Demi menemukan wajah yang segar dan cerah, tak jarang beberapa orang memakai pelbagai produk perawatan wajah untuk mengawal kebersihannya. Akan tetapi, tidak sedikit bahan-bahan yang ternyata tidak tidak jarang kali bagus guna kulit wajah kita dan malah menyebabkan kerusakan.

Berdasarkan keterangan dari dr. Dyan Mega Inderawati, mencuci wajah memang tidak dapat dilakukan sembarangan. Karena kulit wajah adalahjenis kulit yang tergolong sangat sensitif dikomparasikan dengan kulit di unsur tubuh lainnya.

Dengan demikian, perawatan wajah mesti dilaksanakan dengan hati-hati, tergolong dalam memilih produk pembersih wajah yang berisi bahan yang berbahaya untuk wajah.

American Academy of Dermatology sebagai asosiasi dokter kulit di Amerika Serikat, merekomendasikan supaya Anda memakai bahan pembersih yang lembut dan tidak berisi alkohol. Lalu, bagaimana dengan pembersih yang berisi butiran kasar?

Pembersih dengan butiran kasar tidak direkomendasikan untuk dipakai setiap hari. Sebab, butiran kasar bisa mengikis lapisan luar kulit serta mengiritasi kulit bila dipakai terlalu sering.

Dilansir Reader’s Digest, di samping bahan tersebut, inilah ini ialah beberapa bahan yang jangan dioleskan ke wajah Anda, :

1. Asam glikolat

Bahan ini bisa menyebabkan kehancuran wajah secara permanen. Dhaval Bhanusali, MD, FAAD, dokter kulit dan juru bicara guna American Academy of Dermatology, menyatakan bahwa selama dua kali seminggu, orang bakal datang menghampirinya dengan luka bakar gelap di kulit dampak bahan kimia asam glikolat.

Ia menyarankan supaya Anda yang berkulit lebih gelap lebih baik mengupayakan masker dengan asam salisilat, yang jauh lebih lembut. Yang mesti diingat, sebelum memakai asam glikolat di rumah, Anda mesti berkonsultasi terlebih dahulu ke dokter kulit.

2. Sabun batang

Membersihkan wajah memang tak mudah, bahkan paling rumit. Hal ini dikatakan oleh Omer Ibrahim, MD, FAAD, seorang dermatolog di Chicago Cosmetic Surgery and Dermatology.

Merawat kulit dari minyak yang berlebih memang diperlukan, namun Anda perlu menjaga minyak alami untuk mengawal kulit tetap terhidrasi dan terlindungi.

Berdasarkan keterangan dari dr. Omer, pengggunaan sabun batang dapat menanggulangi kulit berminyak namun sekaligus mengakibatkan kulit kasar, gatal, dan bahkan memunculkan peradangan atau eksim.

“Anda lebih baik memakai pembersih wajah yang tidak berisi sabun, atau cairan pembersih yang dilengkapi dengan pelembap dan bahan untuk meminimalisir peradangan,” kata Dee Anna Glaser, MD, dokter kulit sekaligus juru bicara guna American Academy of Dermatology.

3. Lemon dan jeruk nipis

Lemon dan jeruk nipis barangkali baik guna tuhuh Anda, namun tidak guna wajah Anda. “Masalahnya merupakan, andai Anda membubuhkan jeruk apa juga di wajah dan lantas pergi ke luar, di kulit Anda dapat muncul peradangan laksana luka bakar. Dalam medis, situasi ini dinamakan phytophotodermatitis,” kata dr. Bhanusali.

Dokter terkadang pun menyebutnya ruam Hamptons sebab mereka melihat permasalahan ini tidak sedikit terjadi pada musim panas.

4. Minyak kelapa

Anda yang mempunyai kulit berminyak, memakai minyak kelapa di wajah paling tidak disarankan. “Meskipun minyak kelapa mempunyai sifat antioksidan, bahaya yang ditimbulkannya dapat melebihi manfaatnya,” kata dr. Ibrahim.

Pasalnya, minyak kelapa bertekstur tebal, sampai-sampai kulit susah menyerapnya dan berisiko menyumbat pori-pori, memberi santap bakteri, serta mengakibatkan penumpukan jerawat.

Jika kita akan memakai minyak di wajah, dr. Ibrahim merekomendasikan Anda guna memilih minyak zaitun dan memakai bola kapas ketika mengaplikasikannya ke wajah, tidak boleh langsung memakai tangan.

5. Tabir surya kedaluwarsa

“Tabir surya bakal kehilangan potensi kebaikannya setelah melalui tanggal kedaluwarsa,” ucap dr. Ibrahim. Dia menganjurkan sebelum memakai tabir surya, cek dahulu tanggal batas pemakaian di tabir surya.

“Lebih baik belanjakan sejumlah uang tambahan untuk menemukan tabir surya yang baru. Anda pasti tidak hendak mengambil risiko terpapar sinar matahari yang buruk dan berisiko terpapar kanker kulit,” ujar dr. Ibrahim. Jadi, pastikan selalu memeriksa batas pemakaian segala produk perawatan wajah Anda.

6. Losion

Mengoleskan losion dan krim tubuh ke wajah kita dapat mengakibatkan masalah yang sama seperti pemakaian minyak kelapa di atas. Dengan tekstur yang lebih tebal, lebih berminyak, pemakaian losion di wajah dapat memunculkan jerawat dan jaringan parut. Sebagai gantinya, pilih pelembap yang eksklusif diformulasikan guna jenis kulit Anda.

7. Lilin

Jika kita mengonsumsi obat-obatan tertentu untuk menanggulangi kerutan, jerawat, atau kerusakan dampak sinar matahari, terkadang produk perawatan wajah yang berisi lilin tersebut dapat membuat kulit kita lebih sensitif. Penggunaan waxes (lilin) wajah bukanlah gagasan yang baik.

“Lilin memang bisa ditoleransi dengan baik untuk sebagian besar orang, tetapi andai Anda sedang memakai Retin-A (tretinoin) atau obat jerawat tertentu, perlu dilaksanakan tes sebelum memakai produk berbasis lilin. Karena saya sudah melihat sejumlah luka parah dampak hal tersebut,” kata dr. Glaser.

8. Hairspray

Beberapa orang memakai hairspray (semprotan eksklusif rambut) atau bahkan menyemprotkan antiperspirant untuk menata tatanan rambut mereka. Produk-produk ini barangkali tidak mengiritasi kulit untuk beberapa orang, namun semprotan produk itu berisi tidak sedikit alkohol, yang dapat mengakibatkan kulit kering dan kehilangan kelembapan alami.

9. Hidrogen peroksida

Sedang mengupayakan menyembuhkan luka di wajah? Anda dapat menggunakan cairan hidrogen peroksida. Meski demikian, dr. Ibrahim menyarankan, “Waktu terbaik untuk memakai hidrogen peroksida ialah segera sesudah cedera terjadi, untuk mencuci luka. Setelahnya, cairan ini tidak boleh digunakan lagi.”

Penggunaan hidrogen peroksida pada luka dalam masa-masa lama benar-benar memperlambat penyembuhan sebab terlalu keras. Peroksida bisa memecah sel-sel kulit. Lebih baik cuci luka kita dengan sabun biasa dan air guna membuatnya tetap bersih, lantas tutup dengan perban yang bersih.

Deretan bahan di atas terbukti secara medis bisa berbahaya untuk kesehatan kulit wajah. Penggunaan bahan-bahan itu tanpa pengawasan dari dokter malah akan merusak kulit wajah Anda. Jadi, guna merawat kulit wajah, pilihlah produk perawatan wajah yang berasal dari bahan alami, dan pastinya tidak berisi alkohol.